Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Mei 2012

Ketika Aku Benci


Menjauhlah…. Sejauh kau mampu….
Menghilanglah…. Hingga sirna tak bersisa
Menjadi penghuni
Liang pusara masa laluku
Yang tak lagi ku sapa rindu
Terlebih bermimpi…. Bangkaimu bangkit kembali

Minggu, 15 April 2012

Menenggelamkan Rasa


Menenggelamkan Rasa
Hingga ke pusat hilang ingatan
Jauh....
Sejauh kebahagiaan yang luput ku genggam
Kini perlahan menghilang.... Sirna....
Ditelan gelombang kecewa yang mendera
Bertubi-tubi....
Seolah tak peduli dengan rintihan berhenti
Aku rapuh bersimpuh di dasar jurang luka
Menangisi impian di depan altar kehampaan
Menelantarkan pecinta dengan beban duka
Dalam kesendirian....
Di balik labirin kegelapan harapan
Yang terasa semakin menyakitkan
Seiring rasa yang tak kunjung tenggelam

Kamis, 12 April 2012

Curahan Jiwa Terluka



Air mata yang luruh
Bukanlah reruntuhan dari asa yang rapuh
Bukan pula kelemahan yang menenggelamkan
Tapi curahan jiwa-jiwa terluka
Yang sedang berjuang menahan rasa sakitnya
Maka biarlah…
Hujan tertumpah hingga membanjiri gurun lara
Menggenanginya…
Hingga tak bersisa awan-awan duka

Tanyaku pada Aprodite



Mengapa baru sekarang kau ketuk-ketuk rongga kalbu
Disaat ketidakmungkinan merupakan kepastian
Mengapa kau memberkahi dua jiwa
Dengan satu asa yang tak mungkin diwujudkan
Sungguh menyedihkan... Terlalu menyakitkan
Kau membuatku mempertanyakan kembali
Coretan tinta emas para pujangga cinta
Yang teramat tulus...
Meyakini kemurnian jiwa para pecinta
Mereka yang rela memberikan bagian terapuhnya
Untuk dibaptis lautan bara
Demi mempertahankan simpul asa dua jiwa



Haruskah ku hancurkan saja asa yang kau titipkan
Hingga berguguran seluruh inginku tentangnya

Senin, 09 April 2012

Ingin Mati Rasa

Antarkan jiwaku ke lelapnya peraduan rindu
Sekedar menyapa mimpi... Mimpi
Tentang tepi... Yang kejam menyiksa saat terjaga
Bantu aku... Terbangkan sayap-sayap patahku...
Menjauh... Sangat jauh... Terjauh
Hingga tersesat dan tak mungkin menemukan jalan kembali
Meninggalkan jejak-jejak maya
Kenangan... Yang hanya membuatku terluka
Biarkan aku amnesia... Hingga mati rasa
Walau itu berarti kehilangan satu cahaya jiwa
Untuk selamanya...

Sabtu, 07 April 2012

Gempita Asa


Ufuk senja pun merona disapa jingga sang surya
Seusai gerimis menggugurkan mega penantian
Membias tipis di warna-warni kalung pelangi
Merekah gaun awan putihnya dibuai sepoi utara
Di gelora samudera rindu akhirnya kau labuhkan
Sebait janji suci tertanda dari cinta sejati
Penawar lara dua jiwa yang lama didera masa
Untuk menjadi esa tak terpisahkan selamanya

*Untuk kartu undangan pernikahan Desny Maulida Irawan d(^,^)b

Kamis, 05 April 2012

Senja Jumpa


Ku penuhi deru rindu ombakmu
Di peraduan surya
Berselimut lembut ombak biru laut
Bertirai sutra bercorak putih jingga

Ku terdiam di garis akhir labuhan gelombang
Ujung petualangan buih-buih angan yang berletupan
Awal perjumpaan...
Di senja pantai samudera Hindia
Melarutkan asa disapuan gelora pesona

*Senja di Pangandaran, Senin 27 Juni 2011

Rabu, 04 April 2012

Penantianku

Ku tunggu
Di hulu rindu janji temu
Selalu ku tunggu
Hingga tepi batas waktu
Walau ragu sesaki jejak penantianku
Setia menunggu
Hingga tunai asa rindu

Dermaga Dua Jiwa

Jejak bidadari yang melukis selepas gerimis
Di langit senja sesaat sebelum lelap sang surya
Mengabarkan mimpi tentang tepi samudera sepi
Menerbangkan angan bergelantungan di awan harapan
Dikejauhan cahaya suar tampak seperti kunang-kunang
Redup-menyala mengundang biduk realita cita
Perlahan datang layar terkembang keinginan
Melabuhkan asa di dermaga dua jiwa

Selasa, 03 April 2012

Ketika Asa Menyapa



Tertegun ngilu di satu sudut kerling cantikmu
Menahan asa hingga menyesakkan rongga dada
Sakit terasa tapi bukan karena terluka
Rasa bahagia yang tak terjelaskan penyebabnya
Ku coba menangkap kemilau yang kau pantulkan
Laksana bunga matahari yang sedang mengejar cahaya pagi
Walau berat tapi tak kuasa dengan pilihan yang telah aku tetapkan
Inginku memiliki karena kaulah mimpi terbaik dalam hidup ini

*Jum'at Sore, 10 Juni 2011
  Parthere Isola, Universitas Pendidikan Indonesia
                          

Berharap Ditemukan


Tak ada yang bisa memastikan
Kepingan terbaik bagi suatu kehidupan
Terlalu luas jagat raya pencarian
Terlalu dalam lautan keinginan
Karena cinta sejati tidak bisa ditemukan
Tetapi dialah yang akan menemukan
Maka nyalakanlah suar tanda
Untuk menyambut dari takberhingga
Kemungkinan arah datangnya

Light On

Kelirukah aku bila mengisyaratkan sesuatu
Tentang denyut rindu
Yang meramaikan rongga kalbu
Lama terlupakan ditelan arus deras kehidupan
Kembali ditemukan
Untuk mengisi kekosongan
Bila cahaya suarku
Menerangi biduk hatimu
Mengundang datang menambatkannya ke tepian
Menjauhkanmu...
Dari gelombang ketidakpastian
Mempertemukan kita ditepi pantai penantian

Remaja

Ku gantungkan khawatirku pada awan-awan putih
Berharap turun hujan...
Di taman kuncup-kuncup bunga
Yang sedang belajar membuka kelopak hatinya
Namun harapku...
Kelopak itu tetap menguncup
Hingga hari berganti musim semi
Ketika cinta sejati Bermekaran di taman hati

*Untuk Marbella Akhmad :)

Senin, 02 April 2012

Puisi - Kangen

Biasanya… langit malamku dipenuhi coretan bintang-bintang jatuh…
Tapi beberapa malam ini…
Gemerlap itu tak pernah lagi ku temui…
Ada segenggam khawatir yang dihembuskan angin malam
Apakah kau sedang berada di tempat yang sangat jauh…
Ataukah sesuatu tengah menimpamu…
Ku harap itu hanya olok-olok iblis yang biasa diludahkan kepada manusia…
Melemahkan… Hanya membuatku pandai berburuk sangka
Tapi derasnya arus tanda-tanya
Membuatku tak berdaya untuk melawannya
Menggulung akal sehatku dalam gelombang angan-angan tak beralasan
Hingga akhirnya tenggelam di genangan kegelisahan
Ku bertanya pada malam… Di manakah juwita yang selalu setia memancarkan sapanya
Ku bertanya pada rembulan… Apakah dia sedang melihatmu sejelas aku menatapmu
Ku berbisik pada angin malam… Sampaikan rinduku dari sudut terdalam relung kalbu
Hingga dia tahu dan meluruhkan kemilaunya lagi
Melukis gelapnya kanvas malam
Mengoyak tirai-tirai kesunyian
Hingga berdenyut kembali gelora rongga dada
Melepas dahaga dua jiwa yang lama tak bersua

*Untuk Melissa Gumantiny :D

Minggu, 01 April 2012

Puisi - Sayap-sayap Cinta

Tahukah… Hatiku terluka…
Mengetahui kau bersedih di sana
Membayangkan tulusnya hati yang tersakiti
Sendirian… Bersimbah kristal suci di kedua lembah pipi
Kan ku bentangkan sayap-sayap cinta
Untuk kuselipkan beribu pedang di selanya
Dan biarkan aku memelukmu
Untuk membunuh rasa sakit di rongga dadamu
Menghisap darah lara hingga sirna tak bersisa
Menyembuhkan luka-luka cinta
Di balik sulam kasih sayang yang ku jahitkan
Hingga menguat kembali sayap-sayap patahmu
Untuk mengangkasa bersama sayap-sayap cintaku
Menjelajahi jagat raya kemungkinan
Mendulang gemintang impian

Selasa, 29 Desember 2009

Puisi-Inikah Pertanda

Saat pertama kali bertemu terasa kuat hentakannya
Semakin hebat getarannya saat memberanikan diri untuk menyapa
Kau sebutkan satu nama yang membuat hatiku berbunga-bunga
Semakin merekah kelopaknya dalam balutan canda ceria

Tidak ada yang salah dihari perkenalan kita
Terasa begitu sempurna mengalir lancar apa adanya
Biasakah perasaan yang kurasa? Tapi mengapa sulit ku lupa
Adakah sesuatu yang istimewa? Atau benarkah ini hanya perasaanku saja

Puisi-More Different Most Beautiful

Seperti es dan bara yang keras kepala dengan dingin dan panasnya
Seperti bintang dan matahari saling egois dalam menunjukkan eksistensi
Tidak mungkin disatukan begitu enggan untuk berbagi
Keduanya bertolak belakang dalam keasyikan dunianya sendiri

Kerasnya batu cadas lembutnya sentuhan air
Ringannya tiupan angin membelai mesra butir pasir
Saling berseberangan tapi tidak saling melemahkan
Begitulah keindahan lembah dan bukit pasir diciptakan

Puisi-Dear Someone

Ku hampiri pintumu kau membukanya tanpa sempat aku mengetuknya
Tampak tergesa menyambutku berlari kecil dengan perasaan suka cita
Kau peluk hatiku dengan senyuman penuh sesak rasa bahagia
Kau genggam tanganku menarikku masuk ke dalam sebuah istana
Aku takjub keindahan isinya tapi bagimu semua itu biasa saja

Wajahmu berseri-seri sambil bersenandung asa yang tidak ku mengerti
Mulut kecilmu membisikkan do'a untuk diriku dan seseorang yang kau cintai
Membelai sejuk kalbuku menikmati hidangan yang kau saji
Seperti samudera embun tercurah deras di pagi hari
Menyuburkan rasa cinta menyembuhkan luka menceriakan kembali

Kau hadapkan wajah tampanmu pada sekumpulan bejana bercahaya
Berselimutkan sapu tangan cahaya bersulamkan namaku di atasnya
Berkilauan menerangi istana taman bunga dan sekelilingnya
Sungguh terpesona hatiku pada kecantikan sebuah bejana
Terukir indah nama someone yang selama ini sangat kau cinta

Sinar matamu mengatakan dialah rembulan yang menerangimu dikegelapan
Senyum wajahmu menjelaskan dialah teman dalam pekatnya kesendirian
Sikap tubuhmu mengisyaratkan dalamnya kerinduan hangatnya pelukan
Detak jantungku meyakinkan begitu indah simpul hati mengikat kalian
Hati kecilku berguman andai aku bisa menjadi bagian

Puisi-simple Beauty

Tak perlu hiasan atau polesan untuk menampakkan kecantikannya
Tengok saja rembulan yang bercahaya begitu sempurna
Atau bunga lili yang bermekaran di atas rawa
Kesederhanaan alami menarik hati siapa saja yang mengenalnya

Pantulan warna-warni tak menyilaukan sungguh menenangkan
Bisikan suara lembutnya seperti kenari menyambut mentari pagi
Sejuk sapaan embun yang membelai kelopak hati
Meramaikan taman bunga dengan senyuman musim semi

Puisi-Mengisi Kekosongan

Terjepit celah sempit antara harapan dan kenyataan
Terjebak ruang kosong sarat tanda tanya dan ketidakpastian
Redup menyala seperti kunang-kunang kebingungan digelapnya jawaban
Semakin tenggelam ditelan mega mendung dan derasnya hujan

Jagat raya kalbu yang membentang di relung hati
Berwarna-warni dihiasi gemintang yang menari-nari
Diiringi terang rembulan dan hangatnya belaian mentari
Tak berarti tanpa denyut kehidupan untuk saling mengisi